BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Thursday, April 30, 2009

Tinea Cruris

Pendahuluan
Dinegara yang beriklim tropis dengan kelembaban udara relatif tinggi , akan menyebabkan mudah berpeluh, memicu terjadinya penyakit jamur.Pada infeksi kulit karena jamur selain gatal gejalanya berupa bercak putih bersisik halus atau bintil merah . Tanda awal kulit terkena infeksi jamur adalah rasa gatal yang hebat saat kulit berkeringat .Gejala penyakit jamur pada kulit juga bergantung pada bagian kulit yang terkena serta jenis jamur penyebabnya . Pada dasarnya jamur paling sering menyerang lokasi yang lembab dan orang yang kurang menjaga kebersihannya Tinea adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk, misalnya lapisan teratas pada kulit pada epidermis, rambut, dan kuku, yang disebabkan golongan jamur dermatofita (jamur yang menyerang kulit). Tinea kruris sendiri merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur pada daerah genitokrural (selangkangan), sekitar anus, dan kadang-kadang sampai perut bagian bawah

1. Etiologi
Jamur atau kulat dermatofita yang sering ditemukan pada kes tinea kruris adalah, E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes.
Lelaki lebih sering terkena daripada wanita. Maserasi dan oklusi kulit lipat paha menyebabkan peningkatan suhu dan kelembaban kulit yang akan memudahkan infeksi. Tinea kruris biasanya timbul akibat penjalaran infeksi dari bagian tubuh lain. Jangkitan juga dapat terjadi melalui sentuhan langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui benda yang mengandung jamur, misalnya tuala, seluar, tempat tidur hotel dan lain-lain.

2. Patofisiologi
Penyebab tersering tinea kruris termasuklah Trichophyton rubrum dan Epidermophyton floccosum; kadang dijumpai juga Trichophyton mentagrophytes and Trichophyton verrucosum . Tinea kruris adalah penyakit infeksi berjangkit yang dapat ditularkan melalui pakaian atau bahan yang dipakai yang terkontaminasi, seperti tuala,bantal, atau oleh autoinokulasi dari reservoir dari tangan atau kaki (tinea manuum, tinea pedis, tinea unguium). Agen penyebab ini menghasilkan keratinases enzim yang bersifat toksin, yang membenarkan invasi ke dalam lapisan sel tanduk pada epidermis. Respon imun badan akan menghalang invasi lebih dalam. Menyebabkan mangsa merasa gatal atau sedikit panas di tempat tersebut akibat timbulnya peradangan dan iritasi. .Faktor risiko infeksi awal atau kekambuhan adalah memakai pakaian ketat atau basah. Peluh yang berlebihan di kawasan tertentu.


3. Pemeriksaan
3.a) Anamnesis
Selalunya mangsa tinea kruris datang ke doktor dengan keluhan bercak di lipatan paha, di regio inguinal, kulit terasa gatal dan panas. Waktu berpeluh lebih gatal dan tidak selesa. Bercak dapat sampai ke sekitar tepi paha,naik ke perut, ke sekitar anus atau ke testis.

3.b) Fizik
Bercak pada kulit akibat peradangan dan iretasi yang bewarna merah atau hitam. Berbatas tegas dengan warna lebih gelap, simetris dan dapat meyebar ke paha, perut, bgian anus dan testis.lLlaki dewasa lebih sering terkena berbandinag wanita. Selalunya terasa gatal dan panas.

3.c) Penunjang

Wood's Light Examination
Kebanyakan dermatofitosis tidak fluorensen termasuklah penyebab tinea kruris. Pemeriksaan cahaya Wood dapat membantu membezakan erithrasma yang disebabkan oleh bakteria Corynebacterium minutissimum, yang fluoresen merah , dan tinea cruris, yang tidak fluoresen

Apabila positif, uji Wood ini dapat membantu menentukan lamanya infeksi, respon dan rawatan yang harus diberi.

Mikroskop
Pemeriksaan mikroskop adalah tunjang kepada diagnosis infeksi tinea. Pada tinea kruris, bahan untuk pemeriksaan jamur sebaiknya diambil dengan mengikis tepi lesi yang meninggi atau aktif. Khusus untuk lesi yang berbentuk lenting-lenting, seluruh atapnya harus diambil untuk bahan pemeriksaan. Pemeriksaan mikroskopik dengan menggunakan mikroskop) secara langsung menunjukkan artrospora (hifa yang bercabang) yang khas pada infeksi dermatofita.

Kultur
Kultur jarang di lakukan karena selalunya mahal dan memakan masa yang lama.namun,kultur dilakukan apabila pesakit dengan riwayat terapi obat yang lama tetapi diagnosis masih diragui. Identifikasi spesifik zoofilik spesies sebagai sumber infeksi dapat membantu mencegah infeksi kembali ia juga penting untuk menentukan spesifik jamur penyebab karena aktiviti anti jamur bervariasi.

4. Diagnosis Kerja
Tinea kruris sering menyebaban kegatalan dan panas di daerah groin atau selangkangan, sekitar paha atau anus. Ia mungkin melibatkan bagian dalam tepi paha dan genital dan perut. Tempat terkena akan menjadi merah atau gelap dengan kulit yang merekah,tipis dan mengelupas.

Infeksi akut bermula dengan kulit di kedua lipat paha kemudian menyebar dan batasnya lebih tegas dan gelap. Jika infeksi makin lama, kawasan infeksi akan merebak ke bagian tepi sebelah dalam paha dan bertambah merah dan gatal. Perbezaan kulit normal dan area infeksi kelihatan jelas pada waktu ini.

Batas kawasan infeksi menjadi lebih merah, kadang wujud nodul atau pustule di batas batasnya. Infeksi minimum pada testis dan penis. Awalnya pesakit akan mengeluh kegatalan yang sangat kemudian lesi bertambah gatal jika maserasi dan superinfesi berlaku.

Cara terbaik untuk diagnosa tinea kruris adalah dengan melihat hifanya di bawah mikroskop, uji KOH. Kulit yang terkena infeksi di kerok sedikit dan di letakkan di slide kaca. Tetes sedikit kalium hidroksida KOH dan slide dipanaskan sekejap. KOH akan menjadikan bahan pada kulit sel terlepas bersamam hifa tanpa menganggu bentuk dan bahannya. Stain khas seperti Chlorazol Fungal Stain, Swartz Lamkins Fungal Stain, atau Parker's blue ink boleh digunakan untuk membantu melihat hifa dengan lebih baik.

5. diagnosis banding

1. Psoriasis Vulgaris
Psoriasis vulgaris berbeza dengan Tinea Cruris karena terdapat kulit mengelupas atau skuama yang tebal, kasar, dan berlapis-lapis, disertai tanda titisan lilin, Kobner dan Auspitz. Tempat predileksinya juga berbeza, psoriasis sering terdapat di ekstremitas bagian ekstensor terutama siku, lutut, kuku dan daerah lumbosakral. Perbezaannya ialah skuamanya lebih tebal dan putih, seperti kaca. Selain itu, pada pemeriksan histopatologis terdapat papilomatosis.

2. Pitiriasis Rosea
Pitiriasis rosea ialah penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya, dimulai dengan lesi awal berbentuk eritema dan skuama halus. Lesi awal berupa herald patch, umumnya di badan, soliter, bentuk oval dan terdiri atas eritema serta skuama halus dan tidak berminyak di pinggir. Lesi berikutnya lebih khas yang dapat dibedakan dengan Tinea Cruris, yaitu lesi yang menyerupai pohon cemara terbalik. Tempat predileksinya juga berbeda, lebih sering pada badan, lengan atas bagian proksimal dan paha atas, jarang pada kulit kepala.

3. Kandidiasis
Kandidiasis adalah penyakit jamur yang disebabkan oleh spesies Candida, biasanya oleh Candida albicans.
Kandidosis kadang sulit dibezakan dengan Tinea Cruris jika mengenai lipatan paha dan perianal. Lesi dapat berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah dan berkrusta. Perbedaannya ialah pada kandidiasis terdapat eritema berwarna merah cerah berbatas tegas dengan satelit-satelit di sekitarnya. Biasanya kandidiasis dilipat paha mempunyai konfigurasi hen and chicken. Predileksinya juga bukan pada daerah-daerah yang berminyak, tetapi lebih sering pada daerah yang lembab. Selain itu, pada pemeriksaan dengan larutan KOH 10 %, terlihat sel ragi, blastospora atau hifa semu. Pada wanita, ada tidaknya flour albus biasanya dapat membantu diagnosis.
Pada penderita diabetes mellitus, kandidiasis merupakan penyakit yang sering dijumpai.

4 . Eritrasma
Eritrasma merupakan penyakit yang sering berlokalisasi di sela paha. Efloresensi yang sama, yaitu eritema dan skuama, pada seluruh lesi merupakan tanda-tanda khas penyakit ini. Pemeriksaan biasanya dilakukan dengan lampu Wood dapat menolong dengan adanya fluoresensi merah ( red coral ).

6 Rawatan

6.a) Non-medika mentosa
Non medika mentosa termasuklah langkah pencegahan tinea kruris. Antaranya dengan memberi pendidikan berkaitan kepentingan menjaga kebersihan badan, cara hidup yang sihat. Bahaya penyakit kulit terutama infeksi jamur. Cara hidup yang sihat dengan tidak berkongsi bantal, tuala dan lain- lain. Mengurangkan peluh di lipat paha, jika berpeluh mengelakkan lembap dan memakai pakaian yang ketat.

6.b)Medika mentosa

Untuk mendapatkan hasil yang bagus pesakit dinasihatkan mengambil terapi topical dan sistemik.

Agen antifungi
2 kelas antifungi yang sering digunakan untuk pasien tinea kruris adalah azoles dan allylamines. Azoles menghambat enzim lanosterol 14-alpha-demethylase, enzim yang menukarkan lanosterol kepada ergosterol, merupakan komponen penting pada dinding sel kulat.kerosakan membran menyebabkan masalah permeabilitas dan jamur tidak dapat untuk terus memproduksi. Allylamins menghambat squalene epoxidase, yaitu enzim yang menukarkan squalene kepada ergosterol,menyebabkan akumulasi tahap toksin squalene dalam sel dan mengakibatkan sel kulat itu mati.

Terbinafine (Lamisil)
Derivat sintetik allylamine yang menghambat enzim squalene epoxidase,enzim penting dalam biosintesis sterol jamur, menyebabkan sel jamur mati. Dosis oral 50mg/d

Klotrimazole (Lotrimin, Mycelex)
Sering digunakan sebagai obat tinea kruris. Obat spectrum luas anti jamur yang menghambat pertumbuhan yeast dengan mengubah permeabilitas membrane sel jamur menyebabkan jamur mati. Diagnosis diteliti apabila tiada perubahan selepas 4 mingu diguna. Hanya terdapat dalam bentuk 1% krem,spray dan losion saja.

Butenafine (Mentax)
Anti jamur yang poten derivat allylamine. Memusnahkan membrane sel jamur dan menghambat pertumbuhan jamur. Merupakan obat topikal.

Mikonazole
Mekanisme kerjanya sama seperti obat yang lain dengan menghambat biosintesis ergosterol dan menyebabkan jamur mati

Ketoconazole (Nizoral)

Econazole (Spectazole)
Efektif pada infeksi kutaneous.merusakkan dinding sel .

Naftifine (Naftin)
Anti jamur spektrum luas merupakan derivate allylamin.

Oxiconazole (Oxistat)

7. Prognosis
Prognosis tinea kruris dapat menjadi bagus jika terapi dan pengobatan yang dilakukan bagus tetapi rekuren dapat terjadi jika pesakit tidak menjaga kebersihan dan hygiene tempat yang terkena infeksi jamur itu dengan baik. Antaranya dengan memastikan sentiasa kering, mengelakkan memakai pakaian ketat, meletakkan bedak anti jamur selepas mandi dan memastikan tempat tersebut setiasa kering untuk mengelakkan jamur tumbuh.


Kesimpulan
Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha, daerah perineum dan sekitar anus. Kelainan ini dapat bersifat akut atau menahun bahkan dapat seumur hidup. Lesi kulit berbatas tegas pada daerah genitor-krural atau meluas ke sekitar anus,gluteus dan perut bawah. Kelainan kulit yang nampak pada sela paha adalah lesi berbatas tegas. Peradangan daerah tepi lebih nyata. Penyakit ini dapat diobati secara topical dan sistemik dengan obat anti jamur. Pencegahan melalui pendidikan dan penjagaan kebersihan diri.

1 comments:

Fatimah Mashumah said...

Maaf.. Saya mau tanya.. Kalau pada saat mandi jamurnya disabun menggunakan sabun antiseptik boleh apa tidak ya ?